Archive for April, 2006

Siaga Bantu Bencana…?!

Thursday, April 20th, 2006

Semeru20 Apr 2006: Nampaknya, warga RI bakal diuji lagi kesabarannya. Betapa tidak, selain ancaman hujan badai dan tanah longsor, kini sejumlah gunung di Indonesia siap-siap "muntah". Yang sudah jelas sih Gunung Semeru dan Merapi. Kedua gunung itu sudah "batuk-batuk" sejak beberapa minggu ini. Semoga kita dapat terhindar dari bencana yang menghenyakkan dada.

Satu hal yang membuat kita sedikit tenang, pemerintah sekarang kayaknya lebih aware terhadap bencana ini. Malah beberapa armada telah standby di sejumlah titik "bakal" lokasi bencana untuk melakukan evakuasi. Sultan Hamengku Buwono XII (eh…, SHB keberapa, ya…?) juga telah memperlihatkan langkah simpatik dengan mengajak warga untuk siap-siap mengungsi.


Itu beda sekali dengan bencana gunung meletus yang sudah-sudah. Kayaknya, waktu Tampomas atau Galunggung meletus, upaya seperti itu dikesampingkan, deh. Padahal, sebelum "muntah", kan, biasanya gunung "batuk-batuk" dulu… Salut buat pemerintahan sekarang. Tinggal kita, sebagai warga, bisanya cuma mengkritik atau siap membantu ?!

Doi Suthep yang Romantis

Wednesday, April 5th, 2006

Img_0042 20 Mar 2006: Namanya juga Thailand. Negara sejuta Pagoda. Jadi, kalau tour ke Thai, kita pasti diajak jalan ke Pagoda. Nah, begitu juga saat aku ke Chiang Mai. Kita diajak ke Doi Suthep, salah satu Pagoda terbesar disana. Setelah lunch disebuah hotel tua, kita diajak ke salah satu Pagoda disana. Namanya Doi Suthep. Perjalanan kesana 30 menit dengan mobil.

Kalau sepintasan sih, Doi Suthep nyaris sama dengan Pagoda lain di Thailand. Ada stupa, ada patung Budha, dan tentu saja ada pagoda. Bedanya, disana ada sebuah gong besar dan sepluh gong kecil. Kata "kuncen" Doi Suthep, kalau semua gong itu berbunyi saat kita pukul, maka siap-siaplah menerima limpahan rezeki. Mau, kaaan?!

Yang lebih menarik, justru lokasinya yang berada di punsak gunung. Untuk kesana, kita melewatin 99 tikungan yang menanjak. Trus, untuk menuju Pagoda-nya, kita harus naik 100 anak tangga. Cepet capek? Jangan kuatir, ada eskalator kok! Karena di puncak gunung, maka susana di Doi Suthep pun lebih indah, sejuk dan kerap diselimuti kabut. Hmm… Romantis. Apalagi disana banyak yang jualan stroberi, lho. Makin, lengkap deh romansa-nya!

Thank You, John…

Tuesday, April 4th, 2006

Img_004420 Mar 2006: Setelah tiga hari di Bangkok, aku terbang ke Chiang Mai. Penasaran, apa Chiang Mai juga kayak Bangkok. Pas sampai di Bandara, surprise…! Kebetulan banget, aku dapet tour guide yang aseek, gaul dan masih muda. Cakep lagi (wah, pasti cewek2 pada ge-er). Namanya John, 34 taunan.


Dia tuh mantan fotografer. Karena sama-sama berjiwa muda, kita langsung akrab. Selain acara tur yang sudah dijadwalin, malemnya aku diajak John keliling Chiang Mai. Seruuu deh… Itulah kenapa, aku sengaja "masukin" dia disini, sekalian ngenalin dia. Ini sebagai ungkapan terimakasih berkat servis dan kenangan indahnya. John, thanks for everything, bro !


Aku suka suasana Chiang Mai. Lebih tradisional. Kalau kita perhatikan di beberapa sudut kota, Chiang Mai itu kayak daerah sub urban di Amrik atau Eropa gitu. Jalannya kebanyakan satu arah, trus jarang ada gedung bertingkat tinggi. Beberapa ruas jalan dihiasi kali yang bersih. Uniknya, di pinggir-pinggir kali itu, berdiri benteng-benteng warisan Kerajaan Muang Thai. Pokoknya, asyik, lah…!

Sauna, Eating, Fucking Show

Monday, April 3rd, 2006

Sauna19 Mar 2006: Salah satu enaknya liburan ke Bangkok, banyak sekali pilihan tempat wisata. Kalau aku, karena ingin rileks, lebih suka pergi ke sauna. Disana, sauna-nya beda, lho. Setiap sauna menawarkan suasana  berbeda. Selama di Bangkok, aku pergi ke dua sauna, di daerah Sathorn dan Phahonyotin. Hmm.., seger. Yang di Sathorn banyak dikerubungi bule, kalo yang di Phahonyotin banyak orang lokalnya. Terserah mo yang mana…?


Setelah sauna, kita bisa makan di tempat sauna, karena ada restorannya, atau di luar. Nah, kalau diluar, biasanya aku makan di sebelah hotel-ku atau di restoran seafood di Phat Pong. Restoran yang di sebelah Indra Regent tuh, "gape" banget   ngolah masakan Chinesse-nya. Sedang kalau yang di Phat Pong itu, gileeee… rasanya "yummy" semua!


Beres makan, trus ngapain??? Masak pulang? Ya, nggak lah! Mumpung lagi liburan. Aku pun diajak ke tempat-tempat fucking show gitu di daerah Phat Pong. Ada yang buat umum, buat couple, ada juga yang khusus buat lesbong atau gay. Tinggal pilih sesuai sex oriented. Toch di Bangkok ini, nggak ada FPI. Menjelang malem, biasanya ada fucking show betulan, lho. Di depan mata, ta, ta…! Wow, syereeeeem, eh asyiiik…!

Nyari Sattha di Cak Tu Cak

Sunday, April 2nd, 2006

Img_0032_118 Mar 2006: Aku ngga tahu ejaan persisnya, tapi orang menyebutnya Cak Tu Cak. Jangan ngaku pernah ke Bangkok, kalau belum pernah ke Cak Tu Cak. Kalau di Bali, Cak Tu Cak itu seperti pasar Sukowati. Nah, setelah istirahat semaleman, besoknya aku ke Cak Tu Cak. Oh ya, perlu diingat, pasar ini cuma buka pas hari libur, lho!


Disana, banyak sekali barang yang ditawarkan. Hiasan luar dan dalam rumah, pakaian, daleman, sepatu, makanan, minuman, dll-dll-dll. Cak Tu Cak itu luas banget. Kalau boleh kasih saran, sih, mending cari yang perlu-perlu aja. Kalau aku, kesana cuma mampir ke toko kaos khusus. Udah  langganan sih. Kaos yang mereka bikin itu spesial, lho. Kayak Joger gitu. Cuma ada satu toko se-Bangkok, malah se Thailand.


Kaos yang dimaksud adalah Sattha. Di Cak Tu Cak, tokonya nyelip di gang 8. Ingat tuh mereknya, pasti tak menyesal.Selain disain-nya yang unik, nggak pasaran, bahan-nya juga bagus. Kelihatan mahal. Aku ada pengalaman unik waktu memakai salah satu kaos Sattha ke Phat Pong. Sepanjang jalan, orang-orang pada ngeliatin dan bilang "Miado, miado" Eh, setelah nanya sama waiter resto, Miado itu artinya "Awas, Bini Gw Galak". Padahal, di Phat Pong tuh banyak tempat nude show, lho…!

Fly Me to Heaven

Saturday, April 1st, 2006

Img_002217 Mar 2006: Akhirnya aku bisa liburan ke Bangkok lagi. Padahal, urusannya ribet banget. Mulai dari pekerjaan kantor yang berjibun, sampai travel agent yang bolak-balik nelpon nanyain soal tiket pesawat, voucher hotel, tour, dan soal makanan. Akhirnya, beres juga. Aku pun terbang ke Bangkok, Chiang Mai dan Chiang Rai, mulai 17 Maret 2006, ngambil tour 8 hari 7 malam. Wah…, berasa terbang ke surga!

Untuk tiket Jakarta-Bangkok PP, akhirnya aku manfaatin fasilitas Mandiri Travel, beli 2 bayar 1. Jadi, murah banget. Pesawatnya juga asyik, Lufthansa. Untuk tiket Bangkok-Chiang Mai, aku pakai Thai. Harganya juga murah kalau kita bandingkan dengan layanan mereka yang profesional. Makan, minum dan hotel, termasuk dalam paket tour. Thanks for Nada of Sekai Tour yang sudah ikutan ribet ngerancang liburanku.

Di Bangkok, aku menginap di Indra Reget Hotel lagi. Memang sengaja, pengennya disitu. Soalnya dekat kemana-mana. Hotel itu ada di daerah Pratu Nam. Mau ke pasar murah Cak Tu Cak gampang, ke Phat Pong juga, apalagi ke MBK. Tinggal angkat kaki, stop taksi, bayar 50 bath. Sampe deh di pusat perbelanjaan terbesar di Bangkok.


Di Chiang Mai, aku dapat Hotel Porn Ping. Walau makanannya kurang oke, tapi lumayan lah buat liburan. Soalnya, Porn Ping cuma selangkah dari Night Bazaar paling gede di Chiang Mai. Yang paling OK itu hotel di Chiang Rai. Aku menginap di Wiang Inn Hotel. Gila, kalau dilihat dari servis-nya yang setara dengan hotel bintang 5, Wiang Inn itu murah banget.